'Abdullah adalah salah seorang anak 'Abdul Muthalib yang paling dicintainya. Setelah 'Abdullah dewasa, 'Abdul Muthalib menikahkannya dengan Siti Aminah binti Wahb ibnu 'Abdu Manaf ibnu Zahrah ibnu Kilab. Pada saat itu usia 'Abdullah telah mencapai 18 tahun, dan Siti Aminah merupakan wanita Quraisy yang paling utama nasab dan kedudukannya. 'Abdullah mulai bercampur dengan Siti Aminah. Tidak berapa lama kemudian Siti Aminah mengandung Rasulullah SAW. Ketika masa mengandung Siti Aminah mencapai 2 bulan, 'Abdullah meninggal dunia dan dikebumikan di Madinah di tempat paman-paman dari pihak ibunya sendiri, yaitu Bani 'Addiy ibnu-Najjar. Pada mulanya ia berniat melakukan misi dagang ke negeri Syam, akan tetapi, ketika ia kembali dari negeri Syam dan sampai Madinah maut menjemputnya.
Setelah masa mengandung dijalani, Siti Aminah akhirnya melahirkan. Seluruh semesta alam merasa gembira dengan kelahiran bayi yang mulia ini, yang kelak akan menyiarkan ke seluruh dunia norma-norma etika dan akan menyempurnakan akhlak yang mulia. Mahmu Basya almarhum, seorang ilmu falak, telah melakukan penelitian tentang peristiwa besar ini. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari senin pagi tanggal 9 Rabiul Awal >1) bertepatan dengan tanggal 20 April 571 masehi. Peristiwa ini bertepatan pula dengan tahun pertama peristiwa alFiil (Tentara bergajah). >2)


