Showing posts with label Managib Sholihin. Show all posts
Showing posts with label Managib Sholihin. Show all posts

Saturday, February 5, 2011

Al-Imam An-Nibras Umar bin Abdurrahman Al-Atthos (992 - 1072 H) Shohiburratib Al-Atthos


" Diantara manusia ada yang berbekal sebuah tempat air (rahmat Allah) yang mulus, sehingga ia dapat mengambil air yang mencukupinya selama satu tahun, dan ada yang hanya dapat membawa air yang mencukupinya selama satu hari, dan ada pula orang yang dapat membawa air yang mencukupinya sepanjang umurnya. "
" Di zaman ini sumber air (rahmat Allah) untuk diminum tidak berkurang, tetapi mereka datang dengan membawa tempat air yang bocor. Melakukan taat dengan memakan barang yang haram, bagaikan mengambil air dengan wadah yang berlubang. "
" Mudah bagi seorang wali menobatkan orang lain sebagai penerusnya untuk menjadi wali. Yang sulit adalah bagaimana memelihara maqam wilayah (status kewalian)."


 Al-Imam An-Nibras Umar bin Abdurrahman Al-Attas Beliau adalah Al-Imam Al-'Alim Al-'Allamah Al-Wali Al-Quthbu Al-'Arif billah As-Syekh Al-Barakah Al-Qudwah Al-Habib Umar bin Abdurrahman bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf Al-Alawi. Beliau mempunyai marga Al-Attas tapi nasab kakek-kakeknya dari marga Assegaf. Ibunda beliau bernama Syarifah Muznah binti Muhammad Al-Jufri. Beliau lahir sekitar tahun 992 H di kota Lisk, sebuah perkampungan dekat kota 'Inat, sebuah kota wali di wilayah Hadhramaut. Di kota ini pula beliau menghabiskan masa kecilnya dan dibesarkan dibawah asuhan dan didikan ayahanda beliau sendiri Al-Habib Abdurrahman bin Aqil Al-Attas. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dibawah bimbingan saudara sepupu Al-Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Beliau adalah salah satu anak didik pamannya yaitu Al-Imam Al-Kabir Syekh Abu Bakar bin Salim yang mencintai beliau. Beliau juga diasuh oleh saudara kandungnya sendiri yang bernama Al-Habib Aqil bin Abdurrahman. Ayahanda beliau terkenal bersih hatinya. Masyarakat di negerinya itu sangat hormat kepadanya dan juga sering dimintai do'a, karena terbukti dalam dirinya beberapa karamah, sehingga beliau sangat disegani dan dicintai oleh masyarakat di sana.

Friday, February 4, 2011

Setetes biografi Al-Imam Al-Haddad

Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al- Haddad (Imam Al-Haddad) adalah salah satu di antara para Mujaddid (pembaharu) abad ke-12 H. Pengaruhnya meluas di barat dan di timur. Bahkan hingga dewasa ini, ajaran-ajarannya masih tetap menggema di berbagai belahan penjuru dunia. Sekiranya ada orang yang ingin menulis buku yang lengkap tentang Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, tentu akan membutuhkan berpuluh-puluh jilid. Sampai-sampai Gurunya sendiri, Al- Imam Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al- Aththos, yang wafat saat Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berusia 28 tahun, mengatakan tentang sosok muridnya ini, "Sayyid Abdullah Al-Haddad adalah umat tersendiri."
Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad lahir pada hari rabu, malam kamis tanggal 5 Shofar 1044 H/29 juli 1634 M di Tarim, Hadhromaut. Ayahnya, Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad,dikenal sebagai seorang yang sholih. Ia tumbuh di kota Tarim. Sejak kecil ia berada di bawah asuhan Ibunya, Syarifah Salma, yang dikenal sebagai wanita ahli ma'rifah dan dikenal kewaliannya. Bahkan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sendiri banyak meriwayatkan kekeramatannya. Kepada umat Islam, ia meninggalkan khazanah ilmu yang banyak, melalui kitab-kitab dan syair-syair karangannya. Diantaranya An-Nasha'ih Ad- Diniyah wa Al-Washaya Al-Imaniyah, Ad- Da'wah At-Tammah, Risalah Al-Mudzakarah ma'al-Ikhwan wal-Muhibbin, Al-Fushul Al-'Ilmiyyah, Risalah Adab Sulukil-Murid, Sabilul-Iddikar, Risalah Al-Mu'awanah, Ittihafus-Sa'il bi Ajwibatil-Masa'il, Ad-Durrul Manzhum Al-Jami'i Al-Hikam wal-Ulum. Ia pun meninggalkan kumpulan dzikir yang sangat populer di dunia Islam yang di kenal sebagai Ratib Al-Haddad. Kumpulan dzikirnya yang lain yang juga sangat terkenal adalah Al-Wirdul Lathif, di samping wirid-wirid yang lain...
"Ya Allah Ya Tuhan kami, berikanlah manfa'at atas kami dengan keberkahan mereka para Kekasih-Mu, dan tunjukkanlah kami jalan-jalan kebaikan dengan kemuliaan mereka. Dan matikanlah kami di dalam jalan mereka, dan selamatkanlah kami dari segala fitnah dan cobaan.".. Amin Ya Mujibas Sailin.... Wallahu a'lam.

Monday, January 31, 2011

Teladan dalam Kezuhudan

Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Alaydrus, atau yang sering disebut 'Habib Ali Batu Pahat' adalah seorang kekasih Allah yang mengajarkan kepada siapa-pun bahwa di zaman yang sudah amat maju ini orang masih bisa hidup zuhud dan tawadhu. Dalam kesederhanaannya, ia mengarungi hidup dengan tegar. Banyak di antara pecintanya ingin membangunkan rumah mewah sebagai kediaman yang layak bagi orang sebesar dirinya. Namun semuanya ia tolak secara halus. Demikianlah, setiap harinya dia mandi dan mengambil wudhu di kamar mandi yang bersatu dengan sumur tua dalam bangunan yang sangat sederhana.
Tanda keutamaan dalam dirinya sangat jelas. la adalah orang yang ketika wajahnya dipandang, dapat mengingatkan hati yang memandangnya kepada Allah SWT. Akhlaqnya amat luhur dan mulia, sebagai bias dari akhlaq datuknya, Baginda Rasulullah SAW. Sikap zuhud terhadap dunia adalah hiasan terindah dalam kesehariannya. Begitu pula sifatnya yang teramat wara'.
Salah seorang kerabatnya dari Indonesia, yang masih terhitung cucunya, suatu saat mengunjunginya. Saat berada di sana, lewat jendela rumah sederhana itu, sang cucu memandangi buah kelapa yang menggantung di pohon kelapa di sisi rumahnya.

Saturday, January 29, 2011

Al-Habib Ali bin Muhammad bin Hussain Al-Habsyi (Muallif Simtud Durar)

Penyusun Simtud Durar terkenal, Habib Ali bin Muhammad bin Hussain Al-Habsyi dilahirkan pada hari Jum'at 24 Syawal 1259 H di Qasam, sebuah kota di negeri Hadhramaut. Beliau dibesarkan di bawah asuhan dan pengawasan kedua orang tuanya; ayahandanya, Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan ibundanya; As-Syarifah Alawiyyah binti Hussain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri, yang pada masa itu terkenal sebagai seorang wanita yang sholihah yang amat bijaksana. Pada usia yang amat muda, Habib Ali Al-Habsyi telah mempelajari dan mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zhahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu. Oleh karenanya, sejak itu, Beliau diizinkan oleh para guru dan pendidiknya untuk memberikan ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian dihadapan khalayak ramai, sehingga dengan cepat sekali, Beliau menjadi pusat perhatian dan kekaguman serta memperoleh tempat terhormat di hati setiap orang. Kepadanya diserahkan tampuk kepemimpinan tiap majlis ilmu, lembaga pendidikan serta pertemuan-pertemuan besar yang diadakan pada masa itu. Selanjutnya, Beliau melaksanakan tugas- tugas suci yang dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan. Mengumpulkan, mengarahkan dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu, disamping membangkitkan semangat mereka dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia.