" Diantara manusia ada yang berbekal sebuah tempat air (rahmat Allah) yang mulus, sehingga ia dapat mengambil air yang mencukupinya selama satu tahun, dan ada yang hanya dapat membawa air yang mencukupinya selama satu hari, dan ada pula orang yang dapat membawa air yang mencukupinya sepanjang umurnya. "
" Di zaman ini sumber air (rahmat Allah) untuk diminum tidak berkurang, tetapi mereka datang dengan membawa tempat air yang bocor. Melakukan taat dengan memakan barang yang haram, bagaikan mengambil air dengan wadah yang berlubang. "
" Mudah bagi seorang wali menobatkan orang lain sebagai penerusnya untuk menjadi wali. Yang sulit adalah bagaimana memelihara maqam wilayah (status kewalian)."
Al-Imam An-Nibras Umar bin Abdurrahman Al-Attas Beliau adalah Al-Imam Al-'Alim Al-'Allamah Al-Wali Al-Quthbu Al-'Arif billah As-Syekh Al-Barakah Al-Qudwah Al-Habib Umar bin Abdurrahman bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf Al-Alawi. Beliau mempunyai marga Al-Attas tapi nasab kakek-kakeknya dari marga Assegaf. Ibunda beliau bernama Syarifah Muznah binti Muhammad Al-Jufri. Beliau lahir sekitar tahun 992 H di kota Lisk, sebuah perkampungan dekat kota 'Inat, sebuah kota wali di wilayah Hadhramaut. Di kota ini pula beliau menghabiskan masa kecilnya dan dibesarkan dibawah asuhan dan didikan ayahanda beliau sendiri Al-Habib Abdurrahman bin Aqil Al-Attas. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dibawah bimbingan saudara sepupu Al-Habib Husein bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Beliau adalah salah satu anak didik pamannya yaitu Al-Imam Al-Kabir Syekh Abu Bakar bin Salim yang mencintai beliau. Beliau juga diasuh oleh saudara kandungnya sendiri yang bernama Al-Habib Aqil bin Abdurrahman. Ayahanda beliau terkenal bersih hatinya. Masyarakat di negerinya itu sangat hormat kepadanya dan juga sering dimintai do'a, karena terbukti dalam dirinya beberapa karamah, sehingga beliau sangat disegani dan dicintai oleh masyarakat di sana.


