Sunday, January 23, 2011

Perkawinan 'Abdullah dengan Siti Aminah dan Masa Mengandungnya Siti Aminah

'Abdullah adalah salah seorang anak 'Abdul Muthalib yang paling dicintainya. Setelah 'Abdullah dewasa, 'Abdul Muthalib menikahkannya dengan Siti Aminah binti Wahb ibnu 'Abdu Manaf ibnu Zahrah ibnu Kilab. Pada saat itu usia 'Abdullah telah mencapai 18 tahun, dan Siti Aminah merupakan wanita Quraisy yang paling utama nasab dan kedudukannya. 'Abdullah mulai bercampur dengan Siti Aminah. Tidak berapa lama kemudian Siti Aminah mengandung Rasulullah SAW. Ketika masa mengandung Siti Aminah mencapai 2 bulan, 'Abdullah meninggal dunia dan dikebumikan di Madinah di tempat paman-paman dari pihak ibunya sendiri, yaitu Bani 'Addiy ibnu-Najjar. Pada mulanya ia berniat melakukan misi dagang ke negeri Syam, akan tetapi, ketika ia kembali dari negeri Syam dan sampai Madinah maut menjemputnya.
Setelah masa mengandung dijalani, Siti Aminah akhirnya melahirkan. Seluruh semesta alam merasa gembira dengan kelahiran bayi yang mulia ini, yang kelak akan menyiarkan ke seluruh dunia norma-norma etika dan akan menyempurnakan akhlak yang mulia. Mahmu Basya almarhum, seorang ilmu falak, telah melakukan penelitian tentang peristiwa besar ini. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari senin pagi tanggal 9 Rabiul Awal >1) bertepatan dengan tanggal 20 April 571 masehi. Peristiwa ini bertepatan pula dengan tahun pertama peristiwa alFiil (Tentara bergajah). >2)

Kelahiran Nabi SAW terjadi dirumah Abu Thalib, yaitu dalam perkampungan orang-orang Bani Hasyim. Yang bertindak sebagai bidannya ialah Ummu 'Abdurrahman ibnu 'Auf. Setelah Nabi dilahirkan, ibunya, Siti Aminah, mengirimkan berita gembira ini kepada kakek Nabi SAW, 'Abdul Muththalib. Setelah mendengar berita itu 'Abdul Muththalib bergegas menuju ke rumah Abu Thalib dengan perasaan yang meledak penuh dengan kegembiraan. Setelah sampai lalu ia memberi nama anak tersebut MUHAMMAD. Nama ini masih belum dikenal oleh orang-orang Arab. Akan tetapi, rupanya Allah berkehendak untuk melangsungkan apa yang telah dipastikan olehNya sesuai dengan berita yang telah disebutkan didalam kitab-kitab para Nabi terdahulu, seperti kitab Taurat dan kitab Injil. Allah memberikan ilham kepada kakek Nabi SAW, hendaknya ia melaksanakan perintahNya ini, yaitu memberikan nama tersebut kepada bayi yang baru dilahirkan itu. Wanita pertama yang mengasuh Nabi SAW sewaktu Beliau masih bayi adalah Ummu Ayman, nama aslinya adalah Barakah alHabsyiyah, hamba sahaya perempuan ayahnya, 'Abdullah. Wanita pertama yang menyusukannya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya perempuan pamannya, Abu Lahab.


KETERANGAN :
1) Didalam tarikh lain 12 Rabiul Awal.
2) Peristiwa ini sangat terkenal, merupakan peristiwa besar yang menimpa kota Makkah. Orang-orang Arab menjadikan peristiwa ini sebagai permulaan penanggalan mereka. Apa yang telah dilakukan oleh mereka sama halnya dengan tradisi yang biasa dilakukan oleh bangsa-bangsa lainnya manakala mereka mengalami peristiwa-peristiwa penting dan bersejarah. Al-Quran sendiri telah menuturkan peristiwa ini didalam surat alFiil. Kisahnya bermula bahwa seorang raja negeri Habsyah, yang telah berhasil merebut negeri Yaman dari tangan orang-orang Himyar, mengadakan serangan ke kota Makkah dengan tujuan untuk menghancurkan Ka'bah. Raka tersebut menaiki seekor gajah yang sangat besar, sedangkan orang-orang Arab belum pernah melihat hal serupa itu sebelumnya, maka untuk menghormati kedatangan Nabi SAW yang ditunggu-tunggu dan untuk melindungi Ka'bahNya Allah SWT sengaja menjadikan tipudaya mereka menjadi sia-sia, dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, melempari mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Akhirnya orang-orang Quraisy merasa lega hati kerna tidak usah bersusah payah lagi dalam menghadapi mereka.


Diambil dari : Risalah Nuurul Yaqiin (fii siirati Sayyidil Mursaliin), Syekh Muhammad alKhudhari Bek.

No comments:

Post a Comment