Sunday, January 23, 2011

SILSILAH NASAB YANG MULIA NABI SAW

Berkat adanya junjungan kita yaitu Muhammad SAW ibnu 'Abdullah, maka umat manusia menjadi mulia. Ibunya bernama Siti Aminah binti Wahab az-Zuhriyah >1) dari kalangan kabilah Quraisy. 'Abdullah adalah anak lelaki Abdul Muthalib dari isterinya yang bernama Fathimah binti 'Amr al- Makhzumiyah >2) dari kabilah Quraisy. 'Abdul Muthalib adalah seorang Syekh (pemimpin) yang diagungkan di kalangan kabilah Quraisy. Mereka selalu meminta keputusan daripadanya bila menghadapi perkara-perkara yang sulit, dan mereka selalu mendahulukannya di dalam hal-hal yang penting. 'Abdul Muthalib adalah anak Hasyim dari isterinya yang bernama Salma binti 'Amran-Najjariyah >3) dari kabilah Khazraj. Hasyim adalah anak 'Abdu Manaf dari isterinya yang bernama 'Atikah binti Murrah as-Sulamiyah >4). Dan 'Abdu Manaf adalah anak Qushay dari isterinya yg bernama Hubbiy binti Halil al-Khuza'iyah >5).
Jabatan hijabah (pengurus) Baitullah (Ka'bah) pada masa jahiliah dipercayakan kepada Qushay, demikian pula jabatan rifadah (bertugas memberi minum dan makanan kepada para jemaah haji), dan jabatan memimpin Nudwah, yaitu majlis permusyawaratan yang harus memecahkan semua masalah di rumahnya, serta jabatan liwa (panglima perang). Ketika ajal telah dekat, ia menyerahkan semua jabatan tersebut kepada salah seorang anak lelakinya yang bernama 'Abdud Dar. Akan tetapi, Bani 'Abdu Manaf (anak-anak Abdu Manaf) sepakat tidak akan membiarkan anak-anak mereka, Bani 'Abdud Dar, menguasai kedudukan yang dibanggakan ini sehingga hampir saja pecah perang saudara dikalangan mereka andaikata tidak ada orang-orang bijaksana dari kedua kelompok itu yang melerai mereka. Akhirnya mereka sepakat untuk menyerahkan jabatan siqayah dan rifadah kepada Bani 'Abdu Manaf; kedua jabatan penting ini berlangsung di tangan mereka sehingga sampai kepada tangan al-'Abbas ibnu Abdul Muthalib, yang selanjutnya menurunkan pula kepada anak-anaknya sesudah al-'Abbas meninggal dunia. Adapun jabatan siqayah masih tetap berada di tangan Bani 'Abdud Dar, yang selanjutnya diakui oleh syara' (agama Islam). Hingga sekarang jabatan tersebut masih tetap berada di tangan mereka, yaitu Bani Syaibah ibnu 'Utsman ibnu Abu Thalhah ibnu 'Abdul 'Aziz ibnu 'Utsman ibnu 'Abdud Dar. Adapun jabatan liwa masih tetap berada di tangan mereka (Bani 'Abdud Dar) sehingga dibatalkan oleh Islam, kemudian Islam menjadikannya sebagai hak Khalifah kaum Muslimin, dan hanya boleh dipegang oleh orang yang dinilai oleh Islam sebagai orang yang layak untuk memangkunya, demikian juga jabatan nudwah.
Qushay adalah anak lelaki Kilab dari isterinya, Fathimah binti Sa'd dari negeri Yaman dan dari kalangan Kabilah Azdsyanuah. Kilab adalah anak Murrah dari Isterinya yang bernama Hindun binti Sarir dari Bani Fihr ibnu Malik. Murrah adalah anak Ka'ab dari isterinya, Wahsyiyah binti Syaiban dari kalangan Bani Fihr pula. Ka'ab adalah anak Luay dari isterinya yang dikenal dengan nama panggilan Ummu Ka'b, nama aslinya adalah Bariah binti Ka'ab, dari Kabilah Qudha'ah. Dan Luay adalah anak Ghalib dari isterinya yang dikenal dengan nama panggilan Ummu Luay, nama aslinya adalah Salma binti 'Amr al-Khuza'iy. Ghalib adalah anak Fihr dari isterinya yang dikenal dengan nama panggilan Ummu Ghalib, nama aslinya Laila binti Sa'd, dari kalangan Kabilah Hudzail. Menurut pendapat mayoritas ahli sejarah, Fihr adalah Quraisy, dan Quraisy merupakan suatu Kabilah besar yang terdiri atas beberapa puak, yaitu Bani 'Abdu Manaf, Bani 'Abdud Dar ibnu Qushay, Bani Asad ibnu 'Abdul 'Uzza ibnu Qushay, Bani Zahrah ibnu Kilab, Bani Makhzum ibnu Yaqzhah ibnu Murrah, Bani Taim ibnu Murrah, Bani 'Addiy ibnu Ka'ab, Bani Sahm ibnu Hushaish ibnu 'Amr ibnu Ka'ab, Bani 'Amir ibnu Luay, Bani Taim ibnu Ghalib, Bani al-Harits ibnu Fihr, dan Bani Muharib ibnu Fihr. Orang-orang Quraisy yang mendiami kota Mekkah yang dinamakan Quraisy al-Bithah (orang-orang Quraisy kota), sedangkan orang-orang Quraisy yang diam di sekitar kota Mekkah dinamakan Quraisy azh-Zhawahir (orang-orang Quraisy pedalaman).
Fihr adalah anak Malik dari isterinya yang bernama Jandalah binti al-Harb dari Kabilah Jurhum. Malik adalah anak an-Nadhr dari isterinya yang bernama 'Atikah binti 'Adwan dari Kabilah Qais 'Ailan. An-Nadhr adalah anak Kinanah dari isterinya yg bernama Barrah binti Mur ibnu Idd. Kinanah adalah anak Khuzaimah dari isterinya yang bernama 'Awwanah binti Sa'ad dari kalangan Kabilah Qais 'Ailan. Khuzaimah adalah anak Mudrikah dari isterinya yang bernama Salma binti Aslam dari Kabilah Qudha'ah. Mudrikah adalah anak Ilyas dari isterinya yang bernama Khandaf, seorang teladan dalam hal kehormatan dan keperkasaan. Ilyas adalah anak Mudhar dari isterinya yang bernama ar- Rabbab binti Jundah ibnu Ma'd. Mudhar adalah anak Nizzar dari isterinya yang bernama Saudah binti 'Ak. Nizzar adalah anak Ma'd dari isterinya yang bernama Mu'anah binti Jausyam dari Kabilah Jurhum. Dan Ma'ad adalah anak Adnan.
Demikianlah nasab keturunan Nabi SAW, yang keabsahannya telah disepakati oleh para Ulama Tarikh & Ahli Hadits. Adapun mengenai nasab mulai dari Adnan hingga keatasnya tidak ada satu jalur periwayatan pun yang Shahih. Pada garis besarnya mereka telah sepakat bahwa nasab Rasulullah SAW, sampai kepada Nabi Ismail AS sebagai bapak orang- orang Arab yang musta'ribah dan Nabi Ismail adalah anak Nabi Ibrahim AS.
Seperti yang telah Anda lihat sendiri, nasab Nabi SAW adalah nasab yang mulia lagi terhormat, yaitu terdiri dari bapak-bapak yang suci & ibu-ibu yang suci pula. Rasulullah SAW masih terus berpindah-pindah dari tulang sulbi mereka kepada rahim-rahim yang suci pula sehingga Allah SWT memilih dua orang ibu-bapaknya dari kalangan bangsa Arab, yaitu dari kabilah Quraisy. Kabilah Quraisy merupakan kabilah yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat di kalangan bangsa Arab. Anda tidak akan menjumpai dalam silsilah Rasulullah SAW selain orang-orang yang mulia; tidak seorangpun dari mereka yang merupakan rakyat jelata, bahkan semuanya merupakan pemimpin dan orang yang terhormat. Demikian pula silsilah ibu-ibu dari kakek moyang Rasulullah SAW, mereka semua termasuk kabilah-kabilah yang memiliki kedudukan yang tinggi dan disegani. Memang tidak diragukan bahwa kemuliaan silsilah dan sucinya tempat kelahiran merupakan syarat kenabian. Perkawinan yang dilakukan oleh setiap nenek moyang Nabi SAW sehingga sampai kepada kedua orang ibu-bapaknya merupakan perkawinan yang sah sesuai dengan syariat yang berlaku pada bangsa Arab (agama Ismail, pen.). Tidak pernah sesuatu dari sifat jahiliah (zina) menyentuh silsilah keturunan Nabi SAW, bahkan Allah SWT memelihara silsilah keturunannya dari perbuatan tersebut. ALHAMDULILLAH.


KETERANGAN :
1) Dari Bani Zahrah ibnu Kilab, salah satu puak dari kabilah Quraisy.
2) Dari Bani Makhzum ibnu Yaqzhah ibnu Murrah, salah satu puak dari kabilah Quraisy.
3) Dari Bani Najjar, salah satu puak dari kabilah Khazraj. Kabilah Khazraj ini adalah salah satu dari dua kabilah yang mendiami kota Madinah, dan kabilah yang satunya lagi bernama Aus. Kedua kabilah ini merupakan dua saudara. Kemudian Rasulullah SAW menamakan kedua kabilah tersebut (ketika hijrah) sebagai sahabat Anshar.
4) Berasal dari Bani Salim ibnu Manshur, salah satu puak dari kabilah Qais ibnu 'Ailah ibnu Mudhar.
5) Berasal dari Bani Khuza'ah ibnu Amr, salah satu puak dari kabilah Qum'ah ibnu Ilyas ibnu Mudhar, merekalah yang menguasai Ka'bah sebelum kabilah Quraisy.


Diambil dari : Risalah Nuurul Yaqiin (fii siirati Sayyidil Mursaliin), Syekh Muhammad alKhudhari Bek.

No comments:

Post a Comment