Wednesday, April 20, 2011
Setetes Cinta, Se-laut Harap dalam Tebalnya Hijab....
Oleh : Ustadz Husin Nabil bin Najib Assegaf
Seorang murid berjalan menuju rumah syaikhnya. Tampak di wajahnya sedang menginginkan sesuatu. Ketika sampai di rumah syaikhnya, dia duduk bersimpuh beradab di hadapan sang syaikh tak bergeming sedikitpun. Kemudian dengan wajah dan suara yang berwibawa itu, bertanyalah syaikh kepada muridnya,
"Apakah yang membuatmu datang kepadaku di tengah malam begini?" Dijawabnya dengan suara yang halus, "Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanya lewat mimpi, tetapi keinginanku belum terkabul juga."
"Ooh…itu rupanya yang kau inginkan. Tunggu sebentar," jawab syaikh. Dia mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya.
"Ini…bacalah setiap hari sebanyak seribu kali. Insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu." Pulanglah murid membawa catatan dari sang syaikh dengan penuh harapan ia akan bertemu dengan Nabi SAW.
Monday, April 11, 2011
Hasbuna Allah Ummi..
Duhai Ummi...
Tak perlu engkau ikut merasa yang kurasai...
Cukuplah aku, anakmu, yang rasakan semua ini...
Duhai Ummi...
Bila semuanya telah ditulisi...
Tak perlu gundahmu merajai hati...
Bila semuanya telah ditulisi...
Tak perlu gundahmu merajai hati...
Monday, April 4, 2011
La Taqnathu Min Rahmatillah....
Suatu ketika Allah SWT pernah bertanya kepada Nabi Daud as. "Ya Daud, Aku cinta kepada siapa yang beriman kepadaku. Aku cinta kepada siapa yang mendekatkan diri kepadaku, bagaimana kau ketahui orang-orang yang berbuat maksiat itu?".
Nabi Daud diam dan tak berbicara, kemudian Allah SWT mewahyukan, "Ketahuilah ! Aku sampaikan kepada mereka yang maksiat, bahwa Aku menunggu mereka kembali kepadaKu, Aku cinta kepada mereka, karena mereka hambaKu ya Daud."
Hidangan untuk BAJU
Nasrudin menghadiri sebuah pesta pernikahan. Dilihatnya seorang sahabatnya sedang asyik makan. Namun, disamping makan sebanyak-banyaknya, ia sibuk pula mengisi kantong bajunya dengan makanan.
Melihat kerakusan sahabatnya, Nasrudin mengambil teko berisi air. Diam-diam, diisinya kantong baju sahabatnya dengan air. Tentu saja sahabatnya itu terkejut dan berteriak.
"Hai Nasrudin, gilakah engkau?! Masa kantongku kau tuangi air!"
"Maaf, aku tidak bermaksud buruk, sahabat," jawab Nasrudin, "Karena tadi kulihat betapa banyak makanan ditelan oleh kantongmu, maka aku khawatir dia akan haus. Karena itu kuberi minum secukupnya."
Monday, March 28, 2011
Pujian Kepada Nabi SAW
Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam...
Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram...
Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu...
Dan dengan batu mengganjal perutnya yang halus itu...
Kendati gunung emas menjulang
menawarkan dirinya. ..
la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga...
Thursday, March 24, 2011
Hati Seorang Ayah
Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya dikala melihat ayahnya mengusap wajahnya yang mulai berkerut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.
Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya: "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok?"
Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.
Si ayah menjawab: "Sebab ayah seorang lelaki."
Anak perempuan itu berkata sendirian: "Saya tidak mengerti." disulami dengan kerutan di kening kerana jawapan ayahnya membuatnya dirinya kebingungan. Ayah hanya tersenyum. Dibelainya rambut anaknya itu lalu menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."
Demikian bisik si ayah, menambahkan kebingungan di hati si anak.
Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya: "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok?"
Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.
Si ayah menjawab: "Sebab ayah seorang lelaki."
Anak perempuan itu berkata sendirian: "Saya tidak mengerti." disulami dengan kerutan di kening kerana jawapan ayahnya membuatnya dirinya kebingungan. Ayah hanya tersenyum. Dibelainya rambut anaknya itu lalu menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."
Demikian bisik si ayah, menambahkan kebingungan di hati si anak.
Tuesday, March 1, 2011
Mimpi itu...
Menikah....
Semua muslim yang masih sendiri pasti merindukan ini...
Tapi tak semua dapat memenuhi...
Bila kita seorang lelaki, kita mesti siap menjadi imam & guru bagi isteri juga anak-anak kita kelak...
Subscribe to:
Posts (Atom)







