Tak ada hidup yang tak pernah ditemani dengan airmata...
Tak ada hidup yang selalu dihiasi oleh tawa...
Semua 'kan berganti layaknya terik & hujan...
Semua 'kan berubah bersama menguningnya dedaunan...
Kerana hidup ini tiadalah abadi, tapi fana..
Sunday, January 16, 2011
Tuesday, January 11, 2011
Indahnya Ketulusan Cinta
Menerima pendamping apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dan keharmonisan dalam hidup berumah- tangga.
Sebagai umat manusia yang dianugerahi,
kita memang perlu menyeimbangkan
harapan. Tak salah kita berdoa memohon
pasangan yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman. Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.
Cinta Induk Burung kepada Anak-anaknya
Amir Ar-Ram RA menuturkan :
Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seorang lelaki membawa sebuah kain mendatangi kami dengan menggenggam sesuatu di tangannya. Sesampainya di hadapan Rasulullah SAW, ia berkata : "Duhai utusan Allah, saya segera mendatangimu saat melihatmu. Ketika melewati sebuah pohon yang rimbun, saya mendengar kicauan anak burung. Saya segera mengambilnya & meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba-tiba induknya datang & terbang diatas kepalaku. Ketika kain yang menutupi anak-anak burung itu saya buka, induknya mendatangi mereka, masuk ke dalam kain itu. Kain itu pun segera kututup kembali. Nah sekarang, mereka semua kubawa kemari."
"Letakkan mereka," ujar Rasulullah SAW.
Ketika kain yang berisi anak-anak burung & induknya itu dibuka, sang induk tetap menemani anak-anaknya, enggan terbang meninggalkan mereka.
"Apakah kalian heran menyaksikan kasih sayang induk burung itu terhadap anak-anaknya?" tanya Rasulullah SAW.
Thursday, January 6, 2011
Kawanku..
Arti sebuah pena...
Seperti sahabat yg selalu berpaut dengan masa...
Seperti rembulan pada sang malam...
Seperti al-hubb pada hati....
Tinta-ku
Tulisan takkan dapat mewakili segala perasaan... Tetapi dengannya, sebahagian perasaan 'kan dapat tercurahkan... Meski mungkin takkan pernah cukup....
Aku Terlena..
Seteguk demi seteguk, setelan demi setelan..
Minuman juga makanan masuk ke dalam badan..
Sekedar di dalam mulut bisa merasakan..
Hampir tak berasa lagi setelah melewati tenggorokan..
Mungkin inilah dunia, nikmat sesaat yg diidamkan..
Dunia yang dipuja hingga lupa akan kampung halaman..
Dunia yang manis, elok, hijau, yang selalu melenakan....
Minuman juga makanan masuk ke dalam badan..
Sekedar di dalam mulut bisa merasakan..
Hampir tak berasa lagi setelah melewati tenggorokan..
Mungkin inilah dunia, nikmat sesaat yg diidamkan..
Dunia yang dipuja hingga lupa akan kampung halaman..
Dunia yang manis, elok, hijau, yang selalu melenakan....
@ Ramadhan 1431 H.
Monday, January 3, 2011
Temukan Aku..
Bila kau rindu...
Temukan aku diantara sela dedaunan...
Temukan aku diantara bebatuan kerikil yg cadas...
Temukan aku diantara butiran tetes air hujan...
Tapi.. Jangan kau cari aku diantara bintang-bintang...
Jangan kau cari aku disamping sang rembulan...
Kerana aku ada disini...
Dibawah langit yg kelam...
Tetap membumi....
Ruangku..Ahad, 27 Muharram 1432 H - 02 Januari 2011 M
Subscribe to:
Posts (Atom)





