Berita ini mungkin udah lewat beberapa minggu yang lalu, tapi ana masih tertarik dengan ini (berita)....
DAMASKUS, Kamis (Sahabatalaqsha.com):
Meskipun dalam keadaan dijajah, diteror, dikepung dan diusir oleh Zionis Israel, rakyat dan ulama Palestina masih ikut merasakan kepedihan yang dialami saudara-saudaranya yang terkena bencana di Mentawai dan Gunung Merapi. "Kami mohon kepada Allah supaya
menambah kesabaran iman saudara- saudara kami di Indonesia yang sedang menerima ujian, berupa bencana-bencana alam, " kata Syeikh Dr. Nawaf Takruri, Ketua Persatuan Ulama Palestina di Syria kepada Sahabat Al-Aqsha semalam. Syeikh Nawaf Takruri yang pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia, mengaku dirinya dan kawan-kawannya para ulama Palestina, merasa sedih dan terus mengikuti perkembangan berita Tsunami dan gunung meletus di negeri yang dicintainya ini. Lebih dari itu rakyat Palestina akan mengirimkan bantuan kepada saudara-saudaranya di Mentawai dan Merapi.
Kepada Sahabat Al-Aqsha, Ziad Said Mahmud Direktur Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief, mengatakan pihaknya sedang berkordinasi dengan KISPA dan Sahabat Al-Aqsha di Indonesia untuk mengirimkan bantuan kepada saudara- saudaranya yang menjadi korban bencana Tsunami dan gunung meletus.
Berbicara lewat telepon semalam, Ziad Said Mahmud yang berasal dari Gaza mengatakan, "Kami mohon jangan kalian nilai jumlahnya. Kami rakyat Palestina sudah merasa seperti satu tubuh dengan rakyat Indonesia. Saat kalian merasakan sakit, kami juga merasa sakit, sebagaimana kalian juga selalu merasakan sakitnya kami karena penjajahan."
Al-Sarraa Foundation pernah menitipkan bantuan dari rakyat pengungsi Palestina, kepada rakyat korban gempa bumi Padang 2009 sebesar 1000 dolar melalui KISPA. Waktu itu, Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA menyerahkan langsung bantuan itu kepada masyarakat korban gempa di Pariaman, Sumatra Barat.
Rencananya, hari ini Persatuan Ulama Palestina akan mengirim surat berisi keprihatinan yang mendalam dan doa kepada beberapa organisasi ulama dan lembaga kemanusiaan di Indonesia agar disampaikan kepada masyarakat korban Tsunami dan letusan gunung berapi.
Sedangkan Al-Sarraa Foundation akan mengirimkan bantuan berupa uang melalui KISPA dan Sahabat Al-Aqsha. Insya Allah.* (BA/Sahabat Al-Aqsha)
Meskipun dalam keadaan dijajah, diteror, dikepung dan diusir oleh Zionis Israel, rakyat dan ulama Palestina masih ikut merasakan kepedihan yang dialami saudara-saudaranya yang terkena bencana di Mentawai dan Gunung Merapi. "Kami mohon kepada Allah supaya
menambah kesabaran iman saudara- saudara kami di Indonesia yang sedang menerima ujian, berupa bencana-bencana alam, " kata Syeikh Dr. Nawaf Takruri, Ketua Persatuan Ulama Palestina di Syria kepada Sahabat Al-Aqsha semalam. Syeikh Nawaf Takruri yang pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia, mengaku dirinya dan kawan-kawannya para ulama Palestina, merasa sedih dan terus mengikuti perkembangan berita Tsunami dan gunung meletus di negeri yang dicintainya ini. Lebih dari itu rakyat Palestina akan mengirimkan bantuan kepada saudara-saudaranya di Mentawai dan Merapi.
Kepada Sahabat Al-Aqsha, Ziad Said Mahmud Direktur Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief, mengatakan pihaknya sedang berkordinasi dengan KISPA dan Sahabat Al-Aqsha di Indonesia untuk mengirimkan bantuan kepada saudara- saudaranya yang menjadi korban bencana Tsunami dan gunung meletus.
Berbicara lewat telepon semalam, Ziad Said Mahmud yang berasal dari Gaza mengatakan, "Kami mohon jangan kalian nilai jumlahnya. Kami rakyat Palestina sudah merasa seperti satu tubuh dengan rakyat Indonesia. Saat kalian merasakan sakit, kami juga merasa sakit, sebagaimana kalian juga selalu merasakan sakitnya kami karena penjajahan."
Al-Sarraa Foundation pernah menitipkan bantuan dari rakyat pengungsi Palestina, kepada rakyat korban gempa bumi Padang 2009 sebesar 1000 dolar melalui KISPA. Waktu itu, Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA menyerahkan langsung bantuan itu kepada masyarakat korban gempa di Pariaman, Sumatra Barat.
Rencananya, hari ini Persatuan Ulama Palestina akan mengirim surat berisi keprihatinan yang mendalam dan doa kepada beberapa organisasi ulama dan lembaga kemanusiaan di Indonesia agar disampaikan kepada masyarakat korban Tsunami dan letusan gunung berapi.
Sedangkan Al-Sarraa Foundation akan mengirimkan bantuan berupa uang melalui KISPA dan Sahabat Al-Aqsha. Insya Allah.* (BA/Sahabat Al-Aqsha)
UPDATE
Pengungsi Palestina Kirim 4 Ribu Dolar untuk Korban Tsunami dan Merapi
DAMASKUS, Sabtu (Sahabatalaqsha.com):
Seperti sudah direncanakan, biarpun hidup di bawah penjajahan dan teror Israel, para pengungsi Palestina di Suriah dan Gaza masih sempat mengirimkan bantuan dana untuk saudara-saudaranya korban Tsunami
di Mentawai dan korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.
"Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel," demikian kata Ziad Said Mahmud, kordinator bantuan kemanusiaan internasional Palestina kepada Sahabat Al-Aqsha semalam lewat telepon. Ziad asal Gaza yang juga Direktur Al-Sarraa Foundation menambahkan, sumbangan itu hasil keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di Suriah.
Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirrul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al- Aqsha.
"Ini bukan pertama kali," kata Ust. Ferry Nur, "waktu terjadi gempa di Padang tahun lalu, mereka juga mengirim uang sebesar seribu dolar. Saya sendiri yang menyampaikannya ke saudara-saudara kita korban gempa itu di Pariaman. "
"Saya sampai nggak tahu mesti ngomong apa," kata Amirrul Iman dengan suara lirih. "Kami sudah sampaikan kepada mereka (pengungsi Palestina di Suriah dan di Gaza), hidup kalian sudah susah. Cukup doakan para korban Tsunami dan Merapi agar semakin kuat imannya kepada Allah, dan diringankan penderitaannya. Nggak usah kirim-kirim uang segala. Tapi mereka tetap memaksa… (untuk mengirim uang)."
Ust. Ferry Nur dan Amirrul menyatakan akan segera menyampaikan amanah itu kepada para korban secepat mungkin. Insya Allah.* (BA/Sahabat Al-Aqsha).
"Ini bukan pertama kali," kata Ust. Ferry Nur, "waktu terjadi gempa di Padang tahun lalu, mereka juga mengirim uang sebesar seribu dolar. Saya sendiri yang menyampaikannya ke saudara-saudara kita korban gempa itu di Pariaman. "
"Saya sampai nggak tahu mesti ngomong apa," kata Amirrul Iman dengan suara lirih. "Kami sudah sampaikan kepada mereka (pengungsi Palestina di Suriah dan di Gaza), hidup kalian sudah susah. Cukup doakan para korban Tsunami dan Merapi agar semakin kuat imannya kepada Allah, dan diringankan penderitaannya. Nggak usah kirim-kirim uang segala. Tapi mereka tetap memaksa… (untuk mengirim uang)."
Ust. Ferry Nur dan Amirrul menyatakan akan segera menyampaikan amanah itu kepada para korban secepat mungkin. Insya Allah.* (BA/Sahabat Al-Aqsha).
Ya Allah....

No comments:
Post a Comment